Learn - Articles   -   Roastery

Interview with Wisnu Aji of Indonesia

Recently, Susiana Wijaya spent some time to speak with Wisnu Aji of Indonesia who placed 3rd at the recent World Coffee Roasting Championships in Milan. Read the full interview below!

Terima kasih atas waktu yang telah diberikan, dan selamat telah memenangkan juara 3 di WCRC 2022.
Thanks for your time and congratulation for a 3rd place at WCRC 2022.

Q: Halo Mas Wisnu, apa kabar?
A: Saya baik-baik saja, semoga Mbak Susi juga yah. 

Q: Hello Mas Wisnu, how are you doing?
A: I am doing good. Hope you are too. 

T: Boleh berbagi sedikit tentang kegiatan Mas Wisnu sekarang?
A: Saya memiliki kedai kopi di Solo (Indonesia), Koeslan Koffee. Jadi mostly mengelola bisnis, terkadang membantu roasting juga.

Q: Can you share a little about yourself? Like what you have been busy currently?
A: I have a coffee Shop in Solo (Indonesia), Koeslan Koffee. So I basically manage the business and sometimes I'll help with coffee roasting too. 

Q: Saya juga dari Solo. Terakhir kali saya pulang, kira-kira 6 bulan yang lalu, saya melihat banyak kedai kopi baru di Solo?
A: Ya, kedai kopi di Solo berkembang dari beberapa tahun terakhir. Solo adalah kota yang potensial, dengan beberapa perkebunan dan pegunungan di sekitarnya. Produksi kopi di Solo juga semakin meningkat.

Q: I am actually also from Solo. The last time I went back home 6 months ago, I saw many coffee shop spots in Solo?
A: Yes, actually it is growing a lot since the last few years. Solo is a great coffee city, with some farms (plantation) and mountains around. The coffee production in Solo is also growing.

Q: Ceritakan tentang kehidupan Anda sebelum terjun di industri kopi?
A: Saya dulu belajar otomotif, jadi saya memulai karir pertama saya di salah satu perusahaan otomotif terkenal di Indonesia. Setelah 2 tahun, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan mencoba berbagai pekerjaan seperti penjaga warnet, kerja di cucian mobil, dan juga bekerja di restoran.
Saya selalu suka kopi. Ini sebenarnya dimulai ketika saya memiliki pekerjaan otomotif di mana saya sering bertemu dengan klien saya di Coffee Shop, dan itu membuat saya menikmati kopi hampir setiap hari. Dan karena kecintaan saya kepada kopi, kemudian saya memutuskan untuk membuka kedai kopi dengan saudara saya. 

Q: Tell me about your life pre-coffee.
A: I was studying about automotive, so I started my first career in well-known automotive companies in Indonesia. After 2 years, I resigned and tried different jobs such as staff in an internet cafe, car washing, and also working in a restaurant.
I always love coffee. It actually started when I was having an automotive job where I met with my clients in the Coffee Shop often, and it made me enjoy having coffee almost every day. Because of my love of coffee, then I opened a coffee shop with one of my family members.

Q: Wah menarik. Bisakah Anda ceritakan sedikit lebih banyak tentang bisnis Kedai Kopi Anda?
A: Ketika saya pertama kali membuka kedai kopi pada tahun 2016, saya membeli biji kopi dari beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bali. Saat itu, tidak ada marketplace & tidak ada penawaran gratis ongkir. Itu sebabnya biaya produksi untuk Coffee Shop saya mahal. Selain itu, terkadang ada ketidakpastian tentang perkiraan waktu kedatangan biji kopi yang kami pesan. Itu sebabnya saya memutuskan untuk roasting sendiri. Sebelumnya tujuan saya hanya untuk menggunakan biji kopi untuk keperluan saya sendiri. Namun ternyata konsumen justru menyukai biji kopi saya dan sering membelinya ketika datang ke kedai kopi kami. 

Q: Oh interesting. Can you tell me a little more about your Coffee Shop business?
A: When I first opened a coffee shop in 2016, I bought beans from some big cities in Indonesia, like Jakarta, Bandung, Bali. Back then, there was no marketplace or free shipping offers. That's why the production cost for my Coffee Shop was expensive. Apart from that, sometimes there was uncertainty about the estimated time of arrival for the bean we ordered. That's why I decided to roast myself. The idea before was only to have enough beans for my own coffee. But it turns out that consumers actually like our beans and often buy the beans from us. 

Q: Cerita yang mengesankan, Mas! Sekarang saya penasaran ingin tahu lebih banyak tentang kejuaraan roasting yang Anda ikuti. Sebagai pemenang Indonesia Roasting Championship 2022 dan juara 3 di World Coffee Roasting Championship 2022, bagaimana aturan di kedua kompetisi tersebut? Ada yang berbeda?
A: Aturan untuk kedua kompetisi sama. Perbedaannya adalah sponsor mesin yang digunakan untuk kedua kompetisi. Indonesia adalah Probat, WCRC adalah Stronghold dan Giesen.

Q: Oh, what a story! Now I am curious to know more about the roasting championship. As you are the 1st winner of the Indonesia Roasting Championship 2022 and 3rd place in World Coffee Roasting Championship 2022, how are the rules on both competitions? Anything different?
A: The rules for both competitions are the same. The difference is the machine sponsor we are using for both competitions. Indonesia was a Probat, WCRC was Stronghold and Giesen.

Q: Apa tantangan utama Anda di Kompetisi?
A: Tantangan utama di WCRC 2022 adalah stronghold mesin yang digunakan dalam kompetisi. Hampir tidak ada orang di Indonesia yang memiliki mesin ini untuk saya berlatih. Ada satu orang yang saya kenal yang memiliki mesin ini tetapi sayangnya mesin tersebut mengalami masalah pada saat itu. Jadi saya tidak berlatih dengan mesin Stronghold sama sekali. Saya pertama kali menggunakan mesin secara langsung ketika berada di kompetisi.

Q: What was a major challenge in the Competition?
A: The major challenge in WCRC 2022 was that a Stronghold was used in the competition. Almost no one in Indonesia has this machine for me to practice. There was one person I know that had this machine but unfortunately the machine had trouble at that moment. So I did not practice with any Stronghold machines at all. The first time I touched the Stronghold machine was in the competition.

Q: Oh wow, dan bagaimana Anda menghadapinya?
A: Saya sedikit gugup pada awalnya tapi akhirnya saya bisa mengatasinya dengan menggunakan pengetahuan dasar mesin roasting, karena pada prinsipnya hampir sama.

Q: Oh wow, and how do you deal with it?
A: I was a little nervous at first but somehow overcame it using my basic knowledge of different machines that I know.

Saya membagikan hasil roasting di WCRC dan meminta Mas wisnu menerangkan sedikit prosesnya: PR 00538
Please tell me what your approach was when you roasted in WCRC 2022: PR 00538null

A: Saya menggunakan Nikaragua saat roasting ini, tujuan saya adalah untuk memiliki waktu roasting yang tidak terlalu singkat. Saya ingin mendapatkan kompleksitas, keasaman yang halus, serta body & after taste yang smooth. Jadi pendekatan saya pada gas adalah meningkatkannya setelah turning point dan saya perlahan-lahan menguranginya setelah first crack.
A: I was using a Nicaragua while roasting this. My goal was to not have a short roasting time. I want to get the complexity, smooth acidity, as well as a nice body & after taste. So my approach to the gas was to increase it after turning point and I slowly decrease it after the first crack.

Showing PR 0530 Blend

null

A: Itu preblend (Honduras & Ecuador). Saya membuat sedikit kesalahan di sini, yang masih membuat saya kecewa sampai sekarang. Jadi saya sudah submit untuk mesin air temperature 250 celcius tapi di komputer sebelumnya sudah di set 200 celsius. Itu adalah kesalahan saya yang tidak memeriksanya terlebih dulu. Makanya saat air temperature saya mencapai 200 celsius, gas saya langsung turun. Jadi saya sengaja membuat waktu roasting lebih lama untuk blend ini.
Tapi alhamdulillah, karena roasting ini (Honduras & Ecuador) dipersiapkan untuk di post blended dengan kenya (yang saya roast secara terpisah), dan komposisinya 80% kenya blend + 20% ini Honduras & Ekuador. Jadi saya masih mendapat skor yang cukup bagus untuk ini, saya mendapat 218 dari 300 poin.
Saya memang sedikit gugup, karena saya adalah wakil Indonesia pertama di kejuaraan internasional ini. Jadi saya benar-benar ingin memberikan yang terbaik untuk negara saya dan juga memberi contoh bagi wakil Indonesia berikutnya yang akan bertanding.

A: It was a preblend (Honduras & Ecuador). I made a bit of a mistake here, which I still feel disappointed about until now. So, I have submitted for the air temperature machine 250 Celsius but on the previous computer they set it up to 200 celsius. It was my mistake to not double check it. So that's why when my Air temperature hit 200 Celsius, my gas dropped. So then I purposely made a longer roasting time for this blend. But thank goodness, as this was (Honduras & Ecuador) to be postblended with a Kenyan later on (that I roasted separately), and the composition was 80% Kenya blend + 20% Honduras & Ecuador. So I still got a pretty good score for this. I got 218 out of 300 points. I mean… I was also a little nervous, as I am the first Indonesian representative. So I really want to give my best to my country and also to give an example to the next Indonesian who will compete. 

T: Pengalaman yang luar biasa. Tapi menurut saya pribadi, Anda sudah melakukan yang terbaik Mas Wisnu! Setelah memenangkan ICRC & WCRC 2022, apa dampak besar yang Anda rasakan saat ini?
A: Saya merasa bahwa saya mendapatkan lebih banyak kepercayaan di industri ini. Banyak kesempatan terbuka, yang memungkinkan saya untuk berkontribusi lebih pada industri kopi di Indonesia. 

Q: What an experience. But I think you already did your best Mas Wisnu! After winning ICRC & WCRC 2022, what is the big impact that you feel now?
A: I feel that I have gained more trust in the industry. Many doors opened, which allowed me to contribute more to the coffee industry in Indonesia.

Q: Terima kasih telah berbagi pengalaman dan wawasan kompetisi Anda. Sekarang saya ingin tahu lebih banyak tentang pengalaman Anda menggunakan Cropster?
A: Cropster adalah software roasting yang sangat membantu, terutama dengan green coffee management yang terhubung ke aplikasi Roasting Intelligence dan biji kopi yang terpotong secara otomatis ketika roasting.
 
Q: Thanks for sharing your competition experience and insight. Now I would like to know more about your experience using Cropster?
A: Cropster is really helpful roasting software, especially with green inventory management which is connected to the Roasting Intelligence app and the green bean deducted automatically everytime we roast.

Q: Dalam bisnis Anda sendiri apakah Anda menggunakan Cropster? Jika tidak, bagaimana Anda mengelola inventaris biji kopi Anda dan mencapai konsistensi dalam roasting?
A: Karena saya masih roasting sedikit, saya masih mencatat semuanya secara manual.

Q: In your own business, do you use Cropster? If not, how do you manage your green inventory and achieve roast consistency?
A: As I am still roasting a small amount, I am still doing it all manually.

Q: Oke mari kita sedikit beralih ke budaya kopi di Indonesia secara umum yang berkembang pesat. Bagaimana Anda melihatnya?
A: Saya senang karena semakin banyak bisnis kopi berarti semakin banyak peminum kopi. Saya berharap semua kedai kopi dapat saling mendukung. Hal lain, ini juga pertanda bagus agar kita bisa mempersiapkan lebih banyak lagi talenta Indonesia yang bisa berpartisipasi di kejuaraan kopi dunia.

Q: Okay let's move a little to coffee culture in Indonesia as it is growing rapidly. How do you see it?
A: I am happy because when there is more coffee business, it also means more coffee drinkers. I hope all the coffee shops can support each other. Another thing, it is also a prominent sign so we can prepare more Indonesian talent that can have more presence at the world coffee championship.

Q: Bagaimana dengan speciality coffee di Indonesia? Dukungan dari komunitas dan asosiasi?
A: Speciality coffee  di Indonesia juga sedang berkembang. Kami baru-baru ini mengadakan acara cup of excellence di Indonesia, dan menemukan banyak biji kopi yang menarik.
Soal asosiasi dan komunitas juga bagus. Mereka mendukung kita yang berpartisipasi di kompetisi dan pada dasarnya kita juga perlu mendukung mereka. Jadi saling mendukung merupakan landasan yang baik untuk kita semakin berkembang.
Kami juga berencana untuk mengadakan beberapa kompetisi kopi lokal di berbagai kota di Indonesia untuk menemukan lebih banyak talenta potensial di Indonesia.

Q: How about specialty coffee in Indonesia? The support from the community and association?
A: Specialty coffee in Indonesia is also growing. We recently had a Cup of Excellence event in Indonesia and found many great coffees.
The association is great too. They also support us, and we basically also need to support them. So both support is a good foundation for the community to grow. We also plan to have some local coffee competitions in different cities in Indonesia to find more potential talent in Indonesia. 

Q: Apa fitur favorit Anda di Cropter?
A: Saya menyukai manajemen inventaris biji kopi dan otomatisasi. Roasting dengan Cropster sangat mudah karena semua data disimpan di satu tempat yaitu Cropster platform yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Hal ini juga bermanfaat untuk memotong biaya produksi. Misalnya, perusahaan yang menggunakan Cropster, semua data green inventory, roasting, dan cupping disimpan di platform Cropster, sehingga tidak perlu melakukan pencatatan secara manual. Yang berarti mereka akan membutuhkan lebih sedikit karyawan. Mungkin sebelumnya sebuah perusahaan membutuhkan 5 karyawan, tetapi karena mereka menggunakan Cropster, mereka mungkin hanya membutuhkan 3 karyawan.

Q:What are your most favorite features in Cropster?
A: I love inventory management and automation. It is so easy to roast with Cropster as all the data is stored in one place, which can be accessible anytime & anywhere. It is also beneficial for cutting costs. For example, a company that uses Cropster, all the green inventory, roasting data, and cupping data are stored at Cropster platform, so they don’t need to record manually. Which means they will need fewer employees. Maybe before a company would need 5 employees, but since they are using Cropster, they might just need 3 employees.

Q: Pesan untuk roaster masa depan di Indonesia yang ingin menjadi seperti Anda?
A: Jangan pernah takut dan jangan menutup potensi Anda. Selama Anda memiliki pengetahuan dasar dan ingin belajar, Anda bisa melakukannya!

Q: Message for your future roaster in Indonesia who wants to be like you?
A: Never be afraid and don't close your potential. As long as you have basic knowledge and want to learn, you can do it!

More news

Roastery   -   Blog posts

Production Consistency

Your customer’s coffee habits are deeply ritualized, and many coffee consumers rely on a predictable cup of coffee as an essential part of their day. Consistency is key for coffee roasters, and…

Read more
Roastery   -   Quality Control / Cupping   -   Blog posts

Green Grading Coffee

Green coffee buying is an essential job at any coffee roasting company. The quality of your coffee and the taste aesthetic of your company all begin with the coffees you source. In making green coffee…

Read more
Cafe   -   Blog posts

Extracting the perfect brew for each roast

Coffee extraction is the most sought-after quantifiable parameter when defining brew recipes. Grind size, density, water temperature, pressure, turbulence, water quality and chemical makeup, and brew…

Read more

Join our newsletter

and learn more about solutions for

Here should be a form, apparently your browser blocks our forms.

Do you use an adblocker? If so, please try turning it off and reload this page.